Rabu, 30 Desember 2009

perekonomian indonesia tahun 2010 menurut pandangan baloghelmi





image by: balog

Perekonomian indonesia tahun 2010 akankah menjadi lebih baik ?, inilah pertanyaan banyak kalangan. Banyak kerikil menghadang perekonomian Indonesia seperti kita rasakan belakangan ini , dari isue korupsi Bank century, gurita cikeas, kekurangan pasokan listrik sampai perjanjian   FTA  ( perjanjian perdagangan bebas China-asean).


Menurut pandangan saya yang sepit, Banyak isue besar dan kecil yang menghambat terbentuknya suasana kondusif agar perekonomian kita menjadi lebih baik.Lihat saja para pengusaha terus berteriak bila kita tidak siap menghadapi FTA yang akan berlaku awal tahun 2010, mereka berteriak agar pemerintah memberikan lagi proteksi untuk mereka dapat bertahan. Berapa banyak industri kita telah berubah menjadi pedagang, mereka lebih baik import dari pada berproduksi, mengingat lebih murah mengimport dari pada membuatnya sendiri di dalam negeri. Bukankah dengan bebasnya bea masuk akan membantu pedagang itu lebih efisien dan tidak tersaingi oleh para penyelundup. Memang ironis disaat kita harus muncul dengan indetitas bangsa, para pedagang membelakangi nasionalisme, tidak memperdulikan masyarakat yang perlu pekerjaan yang banyak untuk menanggulangi pengangguran.

Memang satu dua tahun terakhir ini banyak industri dan pabrik yang di renofasi atau diperluas untuk mengimbangi target eksport, namun apa yang mau di kata , beberapa pabrik telah menurunkan target produksi menyusul turunnya permintaan pasar di luar negeri akibat krisis keuangan global.

Dengan capaian ekonomi kita yang 4,5 persen sampai akhir tahun ini , saya kira Tahun 2010 juga akan mengukir prestasi lebih baik sedikit dari tahun ini, asal kita bersama pemerintah ingin bekerja keras , berinovasi, menciptakan keadaan kondusif seperti penyelesaian kasus bank century dengan baik, kesedian listrik yang cukup, bebaskan pungutan liar di pelabuhan di lingkungan usaha dan disepanjang jalan transpotasi barang dan jasa serta stabilnya keamanan dalam negeri serta stabilnya sektor keuangan Indonesia.

Dengan diberlakukannya perdagangan bebas Asean dengan China, saya perkirakan banyak harga barang yang tidak efisien akan terkoreksi, situasi seperti ini baik bagi negara untuk mengambil moment sebagai langkah kuat untuk memberantas pungutan liar dan korupsi di kalangan terkait dengan perdagangan, yang mana kita tahu , terlalu besar biaya yang dikeluarkan untuk mengurus sesuatu yang berhubungan dengan arus barang .

Semoga langkah pemerintah tidak lagi ragu untuk menunda perdagangan bebes ini, agar dunia usaha kita dapat satu saat nanti siap bersaing secara global dalam hal perdagangan dan industri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar anda di kotak ini,komentar anda dapat mencerahkan bagi kita semua, terima kasih, tetap semangat dan selalu berbagi.