Jumat, 11 Desember 2009

abang tukang becak hijau






                                                 image by: balog

perjalanan pulang dari kota magelang menuju Jakarta, saya lalui dengan menumpang mobil teman yang baru saya kenal pada saat menghadiri pesta pernikahan anak teman bisnis di sana. Sengaja saya mencari tumpangan melalui darat untuk dapat melihat kehidupan sehari-hari sepanjang perjalan ini sambil memenuhi minat melihat sendiri perubahan pembangunan .

Banyak hal telah berubah, di antaranya pertokoan timbul bak jamur di musim hujan, kontras dengan kumuh nya restorant cepat saji ala pantura yang pernah jaya di tahun 80/90 an, semua lusuh tanpa pengunjung.
Lihatlah kehidupan tukang becak yang masih banyak terdapat di sepanjang kecamatan yang kami lalui di pantura ini. Hidup mereka belum juga terangkat, mereka masih setia mencari makan dengan menarik becak nya.

Satu moment yang saya tangkap dalam perjalanan ini:
lingkungan asri mungkin menginspirasi abang becak yang satu ini, lihat penampilannya, sambil duduk tegak untuk melepas lelah, dengan sabar menunggu penumpang di depan pagar restorant prasmanan, lihat pakaian yang dikenakannya , hijau /biru muda serasi bersih dengan becak yang di tariknya.
Dengan awas, abang becak mengawasi setiap kesempatan untuk mendapat penghasilan bagi hidup sehari hari.


Sampai kapan kehidupannya yang berat ini dapat berakhir?, sampai kapan abang becak ini dapat menikmati masakan prasmanan sesuai brosur iklan yang tertempel tepat dibawah tempat dia duduk?.
Biarlah hati nya bersih dan teguh , sehingga dapat sabar melalui kehidupan yang keras dalam mencari sesuap nasi.

Semoga pemerintah menaruh perhatian yang lebih bagi orang-orang seperti ini yang kurang beruntung dalam menjalani kehidupan sehari-hari.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar anda di kotak ini,komentar anda dapat mencerahkan bagi kita semua, terima kasih, tetap semangat dan selalu berbagi.