Jumat, 13 November 2009

Matinya listrik dan polemik hukum serta politik mempengaruhi ekonomi?


image by: balog
Situasi pasar kita saat ini sedang di uji oleh banyak hal: seperti gonjang ganjing persoalan hukum, politik dan matinya listrik di banyak daerah akibat rusaknya peralatan di PLN.


Hal ini dapat mempengaruhi jalannya pemerintahan kabinet pimpinan president SBY , Persoalan berat telah melibatkan banyak pihak serta  menyedot perhatian publik dari kasus pimpinan KPK yang di tahan kepolisian dan atas desakan banyak pihak yang akhirnya di keluarkan dari tahanan,namun perkaranya sekarang terus bergulir belum tahu ujungnya. Dari ranah hukum kasus ini di bawah ke ranah politik, sehingga menjadi berita nasional dan menghiasi head line semua surat kabar dan Televisi di Indonesia.

Kembali lagi kita ke situasi pasar domestik, Rupiah masih stabil di kisaran Rp.9.900-rp.9400, Index bursa efek Indonesia di kisaran 2.420. pasar konsumer banyak memberikan discount dan harga promosi, sampai PLN akan memberikan konpensasi potongan biaya listrik sampai 10 % akibat kerugian dari matinya listrik di banyak sentra industri.

Bersyukur dalam hal pertanian, yang menjadi dasar pendapatan rakyat kecil terlihat tenang, panen tidak terdengar banyak yang gagal, harga juga stabil dan kembali ke normal.

Belum terdengar ekspor kita kalah bersaing.

pariwisata berkembang baik menyusul situasi keamanan berangsur pulih.

Penjualan kendaraan dan properti masih tidak terlalu terpukul dengan jatuh nya pasar global, penurunan masih dalam toleransi dan masih dapat bertahan, malah ada sekmen tertentu meningkat dan mencetak keuntungan yang lumayan baik.

Biarlah pemerintah dapat mengatasi kemelut yang banyak menyedot perhatian publik ini dengan baik, dan pemerintahan berjalan normal, sehinggga segenap tenaga dan pikiran kita dapat dicurahkan untuk memakmurkan usaha di bidang kita masing-masing.

Mari kita berdoa dalam satu bulan tahun buku ini kita dapat bertahan dan mencetak keuntungan , yang akan mendjadi dasar kita melihat tahun 2010 lebih optimis, sehingga pertumbuhan yang di canangkan pemerintah 6-7 % pertumbuhan dapat tercapai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar anda di kotak ini,komentar anda dapat mencerahkan bagi kita semua, terima kasih, tetap semangat dan selalu berbagi.